Sabtu, 22 November 2014

Bukti Audit

 A.  Pengertian Bukti Audit
Bukti audit adalah segala informasi yang mendukung angka-angka atau informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan, yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar yang layak untuk menyatakan pendapatnya.
Bukti audit adalah semua media informasi yang digunakan oleh auditoruntuk mendukung argumentasi, pendapat atau simpulan dan rekomendasinya dalam meyakinkan tingkat kesesuaian antara kondisi dengan kriterianya. Tidak semua informasi bermanfaat bagi audit, karena itu informasi harus dipilih. Pedoman pemilihan informasi yang akan digunakan sebagai bukti audit adalah bahwa informasi tersebut harus andal sehingga mampu meyakinkan pihak lain.
Menurut Mulyadi, Pembahasan bukti audit ini didasarkan pada Standar pekerjaan lapangan ketiga yang berbunyi: " Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. "
Karena ada empat kata penting dalam standar tersebut yang perlu dijelaskan yaitu (1) Bukti (2) Cukup (3) Kompeten (4) Sebagai dasar yang layak.
  1. Cukup Atau Tidaknya Bukti Audit.
Hal ini berkaitan dengan kuantitas bukti yang harus dikumpulkan oleh auditor. Factor yang mempengaruhi pertimbangan auditor dalam menentukan cukup atau tidaknya bukti audit adalah:
  • Materialitas Dan Resiko Akun yang saldonya besar dalam laporan keuangan diperlukan jumlah bukti audit yang lebih banyak bila dibandingkan dengan akun yang bersaldo tidak material. Untuk akun yang mempunyai kemungkinantinggi untuk disajikan salah dalam laporan keuangan, jumlah bukti audit yang dikumpulkan oleh auditor umumnya lebih banyak bila dibandingkan dengan akun yang memilliki kemungkinan kecil salah saji.
  • Faktor Ekonomi  Faktor ekonomi melihat dari segi waktu dan biaya. Jika dalam memeriksa jumlah bukti yang lebih sedikit dapat diperoleh keyakinan yang sama tingginya dengan pemeriksaan terhadap keseluruhan bukti, aditor memilih untuk memeriksa jumlah bukti yang lebih sedikit. 
  • Ukuran Dan Karakteristik Populasi. ukuran populasi ditentukan banyaknya item dalam populasi. Semakin besar populasi semakin banyak bukti yang diperlukan.Karakteristik populasi ditentukan oleh homogenitas anggota populasi. Jika homogen, jumlah bukti audit yang dipilih lebih kecil dibandingkan dengan populasi yang heterogen
  1. Kompetensi Bukti Audit.
Kompetensi bukti audit berhubungan dengan kualitas atau keandalan data akuntansi dan informasi penguat.Keandalan catatan akuntansi dipengaruhi secara langsung oleh efektivitas pengendalian intern. Pengendalian intern yang kuat menyebabkan keandalan catatan akuntansi dan bukti bukti lainnya yang dibuat dalam organisasi klien Kompetensi Informasi Penguat Dipengaruhi oleh berbagai faktor, berikut ini :
  • Relevansi. bukti audit harus berkaitan dengan tujuan audit. suatu bukti mungkin relevan dalam suatu tujuan audit, tetapi tidak relevan dalam tujuan audit yang lain. 
  • Sumber.  Secara garis besarnya sumber-sumber informasi yang dapat mempengaruhi kompetensi bukti yang diperoleh adalah sebagai berikut: bukti audit berasal dari klien atau pun diluar organisasi klien. 
  1. bukti yang diperoleh dari pihak independen lebih dapat diandalkan 
  2. efektifitas internal control.semakin efektif internal control perusahaan, semakin tinggi tingkat keandalan bukti yang diperoleh secara langsung oleh auditor
  3. kualifikasi pemberi informasi
  • Ketepatan waktu. berkaitan dengan tanggal berlakunya bukti yang diperoleh oleh auditor.untuk saldo akun2 neraca, bukti yang diperoleh dekat tanggal neraca memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi. Untuk akun2, bukti lebih meyakinkan bila diperoleh dari sampel yang dipilih sepanjang periode laporan 
  • Objektivitas, bukti objektif umumnya lebih andal dibandingkan dengan bukti yang bersifat subjektif.
  1. Pendekatan pengumpulan bukti
Pengumpulan bukti dilakukan dari 2 arah secara simultan (top-down & bottom-up)
  • Top-down audit evidence
Fokus kepada perolehan pemahaman bisnis & industri klien, tujuan & sasaran manajemen, penggunaan sumber2 untuk mencapai tujuan, keunggulan kompetitif organisasi klien, proses bisnis yang utama, earnings dan cash flow yang dihasilkan.
Tujuan memperoleh pengetahuan tentang perusahaan klien dan mengembangkan harapan auditor terhadap laporan keuangan
  • Bottom-up audit evidence
Fokus kepada pengujian2 secara langsung terhadap transaksi2, saldo2 akun, dan system yang mencatat transaksi dan menghasilkan saldo2 akun
Tujuan memperoleh & bukti2 yang mendukung transaksi2 & saldo2 akun dalam laporan keuangan
  1. Keputusan Yang Harus Diambil Oleh Auditor Berkaitan Dengan Bukti Audit
1)      Penentuan prosedur audit yang akan digunakan
Untuk mengumpulkan bukti audit, auditor mengunakan prosedur audit. Contoh prosedur audit disajikan berikut ini.
·         Hitung penerimaan kas yang belum disetor pada tanggal neraca dan awasi uang kas tersebut sampai dengan saat penyetoran ke bank.
·         Mintalah cut-off bank statement dari bank kira-kira untuk jangka waktu dua minggu setelah tanggal neraca.
·         Lakukan pengamatan terhadap perhitungan fisik sediaan yang diselenggarakan oleh klien.
2)      Penentuan Besarnya Sampel
Keputusan mengenai banyak unsur yang harus diuji harus diambil oleh auditor untuk setiap prosedur audit. Besarnya sampel akan berbeda-beda di antara yang satu dengan audit yang lain dan dari prosedur yang satu ke prosedur audit yang lain.
3)      Penentuan Unsur Tertentu yang Dipilih Sebagai Anggota Sampel
Setelah besarnya sampel ditentukan untuk prosedur audit tertentu, auditor masih harus memutuskan unsur mana yang akan dipilih sebagai anggota sampel untuk diperiksa.
4)      Penentuan Waktu yang Cocok untuk Melaksanakan Prosedut Audit
Karena audit terhadap laporan keuangan meliputi suatu jangka waktu tertentu, biasa nya 1 tahun, maka auditor dapat mulai mengumpulkan bukti audit segera awal tahun. Umumnya, klien menghendaki diselesaikan dalam jangka waktu satu minggu dengan tiga bulan setelah tanggal neraca.
  1. Prosedur audit yang biasa dilakukan oleh auditor meliputi:
1.      Inspeksi
Inspeksi merupakan pemeriksaan secara rinci terhadap dokumen dan catatan-catatan atau kondisi fisik sesuatu. Dengan melakukan inspeksi terhadap kondisi fisik suatu aktiva tetap misalnya, auditor akan dapat menaksir keaslian dokumen,atau mendeteksi adanya perubahan-perubahan yang mungkin dilakukan.
2.      Pengamatan
Pengamatan merupakan prosedur audit yang digunakan oleh auditor untuk melihat pelaksanaan suatu kegiatan.
3.      Konfirmasi
Konfirmasi merupakan bentuk penyelidikan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari pihak ketiga yang bebas.
4.      Permintaan keterangan
Permintaan keterangan merupakan prosedur audit yang dilakukan dengan meminta keterangan secara lisan. Bukti audit yang dihasilkan dari prosedur ini adalah bukti lisan dan dokumenter.
5.      Penelusuran
Dalam melaksanakan prosedur audit ini, auditor melakukan penelurusan informasi sejak mula-mula data tersebut direkam pertama kali dalam dokumen, dilanjutkan dengan pelacakan pengolahan data tersebut dalam proses akuntansi.
6.      Pemeriksaan dokumen pendukung.
Pemeriksaan dokumen pendukung merupakan prosedur audit yang meliputi:
·         Inspeksi terhadap dokumen-dokumen yang mengdukung suatu transaksi atau data keuangan untuk menentukan kewajaran dan kebenarannya.
·         Pembandingan dokumen tersebut dengan catatan akuntansi yang berkaitan.
7.      Perhitungan
Perhitungan fisik terhadap sumber daya berwujud seperti kas dan pertanggungjawaban semua formulir bernomor urut tercetak.
8.      Scanning
Scanning merupakan review secara cepat terhadap dokumen, catatan dan daftar untuk mendeteksi unsur-unsur yang tampak tidak biasa yang memerlukan penyelidikkan lebih mendalam.
9.      Pelaksanaan ulang
Prosedur audit ini merupakan pengulangan aktivitas yang dilaksanakan oleh klien. Umumnya pelaksanaan ulang diterapkan pada perhitungan dan rekonsiliasi yang telah dilakukan oleh klien.
10.  Teknik audit berbantuan komputer (computer-assisted audit techniques)
Bilamana catatan akuntansi klien diselenggarakan dalam media elektronik, auditor perlu menggunakan teknik audit berbentuan komputer dalam menggunakan berbagai prosedur audit yang dijelaskan diatas. .
  1. Sifat dan jenis Bukti Audit
1.      Bukti pendukung laporan keuangan (Data Akuntansi)
Data akuntansi berupa jurnal, buku besar, dan buku pembantu, serta buku pedoman akuntansi, memorandum, dan catatan tidak resmi, seperti daftar lembaran kerja yang mendukung alokasi biaya, perhitungan dan rekonsiliasi secara keseluruhan.
·         Pengendalian Intern Sebagai Bukti
Pengendalian intern yang dibentuk dalam setiap kegiatan perusahaan dapat digunakan untuk mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. Auditor harus mengetahui bahwa klien telah merancang pengendalian intern dan telah melaksanakannya dalam kegiatan usahanya setiap hari, hal ini merupakan bukti yang kuat bagi auditor mengenai keandalan informasi yang dicantumkan dalam laporan keuangan.
·         Catatan Akuntansi Sebagai Bukti
Auditor melakukan verifikasi terhadap suatu jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan, dengan melakukan penelusuran kembali jumlah tersebut melalui catatan akuntansi. Dengan demikian, catatan akuntansi merupakan bukti audit bagi auditor mengenai pengolahan transakasi keuangan yang telah dilakukan oleh klien.
2.      Bukti Penguat
Informasi penguat meliputi segala dokumen seperti cek, faktur, surat kontrak, notulen rapat, konfirmasi, dan pernyataan tertulis dari pihak yang mengetahui; informasi yang diperoleh auditor melalui permintaan keterangan/mengajukan pertanyaan (inquiry), pengamatan (observasi), inspeksi (inspection), dan pemeriksaan fisik (physical examination); serta informasi lain yang dikembangkan oleh atau tersedia bagi auditor yang memungkinkannya untuk menarik kesimpulan berdasarkan alasan yang kuat.
Jenis2 bukti penguat :
·         Bukti Fisik
Bukti fisik adalah bukti yang diperoleh dengan cara inspeksi atau perhitungan aktiva berwujud. Digunakan untuk mengidentifikasi sesuatu yang diperiksa, untuk menentukan kuantitas (eksistensi aktiva) dan untuk menentukan kualitas/kondisi (penilaian). Memiliki tingkat keandalan yang tinggi,contoh : kas, persediaan, aktiva tetap
·         Bukti Dokumenter
Bukti dokumenter adalah bukti yang terbuat dari kertas bertuliskan huruf dan atau angka atau symbol-simbol dan lain – lain yang diperoleh melalui pemeriksaan dokumen dan catatan klien untuk memperkuat informasi yang disajikan dalam laporan keuanganMenurut sumbernya, bukti dokumenter dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:
1.      Bukti yang dibuat oleh pihak luar yang bebas yang dikirimkan langsung kepada auditor.
2.      Bukti yang dibuat pihak luar yang bebas yang dismpan dalam arsip klien.
3.      Bukti yang dibuat dan disimpan dalam organisasi klien.
Bukti yang diperoleh dari luar (eksternal) umumnya lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan yang berasal dari dalam (interanal) perusahaan klien. Tingkat keandalan bukti ini akan lebih lagi apabila dikirim secara langsung kepada auditor oleh pihak luar.
·         Perhitungan Sebagai Bukti (mathemathical evidence)
Penghitungan kembali yang dilakukan oleh auditor dan membandingkannya dengan hasil perhitungan yang dibuat oleh klien. Pengecekan kembali ini dimaksudkan untuk menguji ketelitian klien dalam perhitungan.Perhitungan yang dilakukan sendiri oleh auditor, dapat berupa:
1.      Footing, yaitu pembuktian ketelitian penjmlahan vertikal.
2.      Cross-footing, yaitu pembuktian ketelitian penjumlahan horizontal.
3.      Pembuktian ketelitian perhitungan biaya depresiasi.
4.      Pembuktian ketelitian penentuan taksiran kerugian piutang usaha, laba per saham yang beredar, taksiran pajak perseroan, dan lain-lain.
·         Bukti Lisan
Dalam rangka mengumpulkan bukti, auditor banyak mengajukan pertanyaan kepada klien terutama para manajer. Jawaban lisan yang diperoleh dari pertanyaan tersebut merupakan tipe bukti lisan. Kurang dapat diandalkan dan membutuhkan bukti penguat lainnya.
·         Perbandingan (analitycal evidence)
Untuk menentukan akun atau transaksi yang akan dipisahkan guna penyelidikan yang lebih intensif, auditor melakukan analis terhadap perbandingan setiap aktiva, utang, penghasilan, dan biaya dengan saldo yang berkaitan dalam tahun sebelumnya.bukti diperoleh melalui penggunaan perbandingan dan hubungan untuk melihat ada tidaknya indikasi salah saji material, tingkat keandalan bergantung pada data yang digunakan,contoh pembandingan saldo atau rasio dengan data tahun lalu dan budget & rata-rata industri
·         Confirmation evidence. Jawaban tertulis/lisan dari pihak ketiga yang independen yang memverifikasi kecermatan informasi tertentu yang diminta auditor, informasi bersifat faktual, memiliki tingkat keandalan yang tinggi. Contoh : konfirmasi bank, piutang, utang.
·         Pernyataan tertulis (written representation)
Pernyataan tertulis (written representations) adalah pernyataan yang dibuat dan ditanda tangani oleh orang yang bertanggung jawab dan mengetahui mengenai sesuatu hal yang perlu ditegaskan. Jenis bukti ini dapat dibedakan dengan konfirmasi dalam hal bahwa bukti ini dapat berasal dari dalam atau dari luar perusahaan. Selain itu bukti ini mungkin lebih bersifat subjektif atau pendapat pribadi seseorang mengenai sesuatu hal daripada informasi yang sebenarnya. Contoh : surat pernyataan manajemen klien
Auditor diharuskan oleh GAAS untuk mendapatkan pernyataan tertulis dari manajemen untuk memenuhi standar pekerjaan lapangan.
·         Bukti dari Spesialis
Spesialis adalah seorang atau perusahaan yang memiliki keahlian atau pengetahuan khusus dalam bidang selain akuntansi dan auditing. Pada umumnya spesialis yang digunakan oleh auditor bukan orang atau perusahaan yang mempunyai hubungan dengan klien. Penentuan persyaratan keahlian dan nama baik spesialis sepenuhnya berada ditangan auditor. Jika auditor menerima hasil penemuan spesialis sebagai bukti audit yang kompeten, hasil kerja spesialis tersebut tidak perlu disebut dalam laporan auditor yang berisi pendapat wajar. Jika auditor puas dengan hasil penemuan spesialis, dan jika ia memberikan pendapat selain pendapat wajar, maka ia dapat menunjukkan hasil pekerjaan spesialis tersebut untuk mendukung alasan tidak diberikan pendapat wajar dalam laporan auditnya.
  1. Dokumentasi Bukti Audit (Kertas Kerja Audit)
Kertas kerja audit adalah catatan yng diselenggarakan auditor mengenai : prosedur audit yang ditempuh, pengujian yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dibuat.
Manfaat utama :
1.      Penunjang utama laporan audit
2.      Dasar bagi supervisi
3.      Dasar bagi perencanaan
a)      Pedoman pokok isi kertas kerja, memuat :
·         Bukti yang menunjukkan bahwa audit telah dilaksanakan sesuai standar auditing
·         Bukti yang menunjukkan bahwa laporan keuangan dan informasi lainnya yang dilaporkan telah sesuai dengan catatan klien
·         Penjelasan mengenai keputusan yang diambil auditor terhadap pengecualian
·         Komentar/kesimpulan mengenai aspek lainnya
b)      Kuantitas dan Bentuk
Faktor-faktor  yang mempengaruhi kuantitas, bentuk, isi :
-          Sifat dan tujuan penugasan
-          Sifat laporan audit
-          Sifat laporan keuangan, daftar2 atau informasi lain yang diperlukan dalam pembuatan laporannya
-          Sifat dan kondisi catatan klien
-          Tingkat resiko pengendalian
-          Kebutuhan2 tertentu seperti untuk supervisi dan review
c)      Filtlintg
·         Permanent file : memuat data yang bersifat historis dan kontinu
-          Copy dokumen penting
-          Informasi mengenai penilaian struktur internal control
-          Hasil analytical prosedur
·         Current file : semua berkas yang dibuat dan digunakan untuk tahun buku yang bersangkutan
-          audit program
-          informasi umum
-          working trial balance
-          lead schedule


0 komentar:

Posting Komentar